The Essence of Politics You Should Know

The Essence of Politics You Should Know

Political Debate Essence of Politics
Author: Naldo Helmys*

If everyone could get what they want, there would be no politics. Then, what politics is? While this article does not provide rigid definition, here is the essence of politics you might want to know.

We live in an unequally limited world. Mostly people cannot get what they want, purchase expensive things, control natural resources, decide injustice regulation, or obtain privilege. However, about top 1% population get unmatched access not only for basic needs, but also luxurious things. Common folks accept that inequality, but the rest do not want to rest. They strive for public goods to be accessible properly, power and authority to be controlled and supervised, resources and wealth to be distributed equally, and law to be implemented justly. Some political movements endeavour to actualize human rights so that marginal and minor groups are able to live as free as noble or royal family.

However, there is only imperfect world. Human being exists with problem and difficulties. We, Homo sapiens, are the only creature that had created two world wars, besides there is no end of violent conflicts throughout history. We contribute to pollute environment thanks to transportation, food, and home energy use. Even historian Jared Diamond accuses prehistoric human of doing huge mammal extinction in America and Australia before 9000 B.C. Besides, for the sake of country, religion, tribe, or other identities, we kill each other.

Then, how to strive a common good life? Who will rule? Who will be ruled? What kind of legitimacy should authorities bear to govern societies? Those are common examples of political problem, and here is the essential aspect of politics you should know.

Read More

Mengapa Hubungan Internasional Menarik Dipelajari?

Penulis: Naldo Helmys*

Kalau kamu sedang duduk di bangku SMA, mungkin kamu pernah berpikir untuk kuliah di jurusan Ilmu Hubungan Internasional (HI). Kamu mungkin membayangkan suatu saat akan jadi diplomat dan berbincang dengan pemimpin dunia dalam bahasa Inggris, Arab, atau Prancis.

Kamu akan keliling dunia, mengunjungi berbagai tempat menarik dan ikonik seperti Taj Mahal atau Menara Eiffel. Atau mungkin, kamu akan berkesempatan mencicip bulgogi asli di Korea, atau menonton laga Liga Champions langsung di Santiago Bernabeu. Atau jangan-jangan kamu membayangkan dirimu berpakaian rapi, sedang berpidato di Majelis Umum PBB, mengajak bangsa-bangsa di dunia untuk bersatu menjaga bumi.

Jika kamu memimpikan hal demikian, kuliah di jurusan HI mungkin adalah pilihan yang tepat. Eits, tapi bukan hanya itu saja yang bisa kamu dapatkan. Semoga artikel ini dapat membantumu mengerti mengapa Hubungan Internasional menarik dipelajari.

Read More

Anarkisme, Akhir Sejarah, dan Kesendirian dalam Musik GY!BE

Penulis: Falhan Hakiki

Godspeed You Black Emperor (disingkat GY!BE) merupakan band asal Montreal, Kanada, yang terdiri dari 9 orang. Mereka unik dan berbeda dari grup musik atau musisi lainnya. Musik mereka instrumental dengan genre post-rock bernuansa drone, space rock,  ambient, avant-garde,dan experimental, di samping adanya suara lengkingan gitar, biola, dan hentakan drum. Mereka bermain musik tanpa menggunakan lirik dengan alasan yang filosofis.

Mengutip wawancara Efrim Menuck, pentolan band ini, “Bahasa tak cukup mewakili ide-ide kami, bahasa memenjarakannya.” Kita yang telah terbiasa menganggap dengan bermusik dapat menyampaikan sebuah pesan dan terjebak ke dalam biner musik politis maupun tidak politis, GY!BE justru sebaliknya. Band ini membawa pesan dalam musiknya pada dunia yang kehilangan harapan dan harus diubah, di sisi lain mereka tidak berbicara kepada kita layaknya grup musik yang membawa pesan-pesan politis lainnya.

Read More

Identifying and Critically Discussing the Core Ideas of Mercantilism

Farid Adilov

Globalisation, Poverty & Development, Newcastle University, UK

Mercantilism could be considered as a set of policies and practices which is mainly designed to accumulate gold and silver. Mercantilism expressed the economic interest of state and regarded economic wealth as a rational means to gain political power (Magnusson, 2003:48). Mercantilists argue that a nation must export more that it imported and preferred maximizing trade.

The essay will first attempt to briefly explain what mercantilism is and its key characteristics, then it will move on to the core ideas regarding state, state power, state intervention in the economy, foreign trade, trade competition, accumulation of gold and silver that developed by mercantilists and will critically discuss and provide the arguments where relevant. The last part of the essay will discuss mercantilism and its relevance for today.

Read More

Melihat Masa Depan Industri 4.0

Penulis: Media Wahyudi Askar, Peneliti di Global Development Institute, The University of Manchester

Siapa sangka buku the Wealth of Nations karya Adam Smith yang dipublikasikan pada tahun 1776 mampu mengubah peta ekonomi dunia. Dalam perjalanannya, refleksi Adam Smith saat itu berujung pada lahirnya revolusi industri.

Barulah sekitar dua abad kemudian, para ekonom mulai menyadari bahwa doktrin laissez-faire atau pasar bebas Adam Smith tidaklah sempurna. Para ekonom pada abad ke-20 seperti Rostow dan Kindleberger mengungkapkan bahwa Adam Smith mengabaikan peran teknologi sebagai komponen utama dunia industri. Tidak ada formula interaksi antara sains, inovasi dan pengembangan teknologi modern dalam teori produksi dan harga milik Adam Smith.

Pemikiran tentang peran teknologi akhirnya menjadi kiblat baru perekonomian dunia saat ini. Industri 4.0 dengan pemanfaatan big data, otomasi dan pengembangan artificial intelligence menjadi bahasan aktual yang diperbincangkan masyarakat, tidak hanya di ranah praktis dan akademik tetapi juga politik.

Read More