Mengapa Hubungan Internasional Menarik Dipelajari?

Mengapa Hubungan Internasional Menarik Dipelajari?

Penulis: Naldo Helmys*

Kalau kamu sedang duduk di bangku SMA, mungkin kamu pernah berpikir untuk kuliah di jurusan Ilmu Hubungan Internasional (HI). Kamu mungkin membayangkan suatu saat akan jadi diplomat dan berbincang dengan pemimpin dunia dalam bahasa Inggris, Arab, atau Prancis.

Kamu akan keliling dunia, mengunjungi berbagai tempat menarik dan ikonik seperti Taj Mahal atau Menara Eiffel. Atau mungkin, kamu akan berkesempatan mencicip bulgogi asli di Korea, atau menonton laga Liga Champions langsung di Santiago Bernabeu. Atau jangan-jangan kamu membayangkan dirimu berpakaian rapi, sedang berpidato di Majelis Umum PBB, mengajak bangsa-bangsa di dunia untuk bersatu menjaga bumi.

Jika kamu memimpikan hal demikian, kuliah di jurusan HI mungkin adalah pilihan yang tepat. Eits, tapi bukan hanya itu saja yang bisa kamu dapatkan. Semoga artikel ini dapat membantumu mengerti mengapa Hubungan Internasional menarik dipelajari.

HI akan membawamu kepada relung-relung dunia, yang mungkin belum pernah kamu bayangkan. Dengan belajar HI, kamu akan paham bagaimana dunia ini bekerja, mengapa perang dan konflik bisa terjadi, mengapa sebuah negara bisa hancur, siapa yang menguasai perekonomian dunia, atau mengapa terorisme bisa muncul.

Berita buruknya, kamu mungkin akan gelisah, lalu sadar, dunia tidak sedang baik-baik saja. Tapi ini bukanlah teori konspirasi. Segala fenomena dan analisis yang akan kamu pelajari dalam ilmu HI didasarkan kepada bukti-bukti empiris dan metode ilmiah yang sangat ketat. Jadi tidak usah khawatir. Kamu akan tetap waras, dan merdeka dari hoaks.

Berita baiknya, kamu akan optimis, dan yakin bahwa akan terbuka lebih banyak kesempatan bagimu untuk berkembang di dunia yang saling terkoneksi ini. Kamu bisa memanfaatkan perdagangan internasional untuk ekspor, atau menawarkan jasamu di pasar global. Kamu bisa berkampanye tentang lingkungan yang mampu menjangkau orang di Mongolia atau Burkina Faso. Bagaimanapun, HI adalah subjek yang menarik untuk dipelajari.

Hubungan Internasional menarik dipelajari. Hubungan Internasional menghubungkan berbagai negara, misalnya menjangkau masyarakat di Burkina Faso.
Anak-Anak di Burkina Faso (Sumber: Pixabay)

Apa itu Hubungan Internasional?

Paling sederhana, hubungan internasional adalah hubungan antar pemerintahan suatu negara, dan ilmu HI (dengan kapital) adalah ilmu yang mempelajarinya. Para pemimpin negara saling bertemu dan membicarakan urusan yang penting bagi negara mereka.

Ada pertemuan bilateral (dua negara) dan multilateral (multi negara). Terkadang terkesan santai, tetapi ada juga pertemuan yang formal seperti forum G-20 di Osaka, Jepang.

Beberapa kunjungan pemimpin negara menarik perhatian dunia, karena sangat penting. Pertemuan pemimpin Korea Utara dengan Korea Selatan di perbatasan kedua negara, misalnya, tidak hanya menentukan masa depan perdamaian kedua Korea, tetapi juga kestabilan politik dunia, mengingat kepemilikan senjata nuklir Korea Utara dinilai sebagai ancaman global, terutama oleh Amerika Serikat.

Hubungan Internasional menarik dipelajari. Salah satunya adalah memahami hubungan bilateral negara, seperti pertemuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In di Garis Demarkasi Militer, perbatasan kedua negara, pada 27 April 2018. Konflik antara kedua Korea telah berlangsung sejak 1945 (Sumber: ABS CBN)

Kapan saja pertemuan-pertemuan sensitif ini berlangsung, diplomasi memainkan peranan penting. Masing-masing pihak saling melobi dan melakukan negosiasi agar tercapai suatu keputusan yang berdampak pada hidup orang banyak. Sebuah jargon klasik yang konon berasal dari Adolf Hitler mengatakan, when diplomacy ends, war begins.

Paling sederhana, hubungan internasional adalah hubungan antar pemerintahan suatu negara, dan ilmu HI (dengan kapital) adalah ilmu yang mempelajarinya.

Internasionalis.id

Hubungan antar negara ini sangat kompleks, mengingat jumlah negara sangat banyak. Lebih dari 200 negara atau yang semacam itu hadir di dunia ini; 193 di antaranya merupakan anggota PBB. Tahta Suci Vatican dan Palestina, sementara ini adalah observer (pengamat) tetap di PBB, di samping organisasi lainnya seperti Uni Eropa dan Ordo Malta. Biasanya dalam HI, kita menyebut negara-negara ini sebagai aktor atau state actor (aktor negara).

Namun, bukan hanya hubungan negara-negara itu semata yang menarik untuk dipelajari dalam studi Hubungan Internasional. Sebab, hubungan antar negara itu terkoneksi dengan non-state actor (aktor-aktor lainnya yang bukan negara), seperti international organizations, multinational corporations, kelompok teroris, pemberontak, separatis, hingga bahkan individu berpengaruh seperti Emma Watson. Kamu yang penggemar Harry Potter tentu sudah tahu kalau Emma adalah salah satu duta PBB.

HI Memperluas Pemahamanmu Tentang Dunia

Dengan kata lain, di HI kamu tidak hanya belajar kebijakan luar negeri Indonesia atau politik global Amerika Serikat, tetapi juga memahami organisasi internasional seperti PBB, ASEAN, atau Uni Eropa. Kamu juga bisa mempelajari NGO (Non-Governmental Organization) penting seperti Amnesty International yang bergerak di bidang HAM; atau perusahaan multinasional seperti ICBC, JP Morgan, Bank of China, atau bahkan Apple, Samsung, dan Microsoft yang produk-produknya ada dalam kehidupan sehari-hari kamu.

Di HI kamu juga akan mempelajari aktor-aktor bersenjata seperti teroris ISIS; atau kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dengan memahami hal tersebut, kamu dapat berkontribusi dalam membangun keamanan negaramu dengan lebih baik.

Namun, bagaimana kamu dapat memahami aktor-aktor tersebut dan relasi yang hadir di tengah-tengah mereka? Kamu perlu memahami struktur dan proses sosial. Yang kamu butuhkan adalah teori-teori HI dan kemampuan menganalisis dalam lingkup sosial.

Kamu perlu mengerti ekonomi, kebudayaan, dan juga politik domestik. Kamu juga memerlukan pemahaman mendasar geografi, yang akan berguna sekali bagimu jika kamu hobi mengatur strategi perang dan keamanan. Selain itu, kamu juga membutuhkan sejarah agar pemahamanmu terhadap suatu negara dan masyarakat menjadi lebih humanis.

Ilmu HI sangat penting, seperti juga disiplin ilmu lainnya. Bukan saja karna dunia pernah mengalami dua kali Perang Dunia yang mematikan, tetapi juga karena berbagai masalah perlu dihadapi bersama.

Tahun 2014 lalu, virus Ebola menyebar dari Afrika ke berbagai penjuru dunia. Korbannya ditemukan di Spanyol, Amerika, dan Inggris. Satu dua pasien mungkin dapat ditangani dengan bantuan dokter dan peralatan medis canggih, tetapi itu tidak cukup untuk menghentikan penyebaran virus ke negara lain. Keimigrasian perlu dilibatkan, dan para pemimpin dunia perlu bersepakat untuk mengambil upaya bersama agar penyebaran virus semacam ini dapat dicegah seketat-ketatnya. Jadi ketika kamu mengajukan visa ke Inggris, lalu kamu diharuskan untuk terbebas dari TBC, sebetulnya ada disiplin HI yang berperan atas pengalaman kamu tersebut.

Hubungan Internasional menarik dipelajari. Kamu bisa mengerti upaya kolektif negara dibutuhkan misalnya dalam menanggulangi penyebaran virus Ebola di Afrika, seperti terjadi di Sierra Leone pada 2014.
Petugas kesehatan di Freetown, Sierra Leone, membawa jenazah korban Ebola ke pemakaman pada 21 Desember 2014 (Sumber: PBS).

Jika kamu berpikir HI adalah ilmu yang eksklusif, hanya bicara tentang diplomasi, dan hanya berpengaruh pada elit politik, mungkin kamu perlu berpikir ulang.

Suka atau tidak, karena kamu adalah warga negara di sebuah negara, dinamika dan perubahan yang terjadi dalam hubungan internasional akan mempengaruhi kehidupan kamu sampai ke tingkat yang paling sederhana. Perdagangan global akan menentukan harga smartphone yang bisa dibeli. Kebijakan moneter yang diambil oleh China atau AS mungkin juga berpengaruh pada seberapa banyak lapangan pekerjaan yang akan tersedia di negaramu. Atau mungkin, krisis pangan akan membuat sepiring nasimu tinggal setengah.

Penutup

Hubungan Internasional tidak saja penting, tetapi juga menarik untuk dipelajari. Wawasanmu akan menjadi lebih luas dengan memahami bagaimana negara-negara dan aktor-aktor penting di dunia internasional saling berinteraksi dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan bahkan budaya.

Dunia ini dinamis, terus berubah. Krisis ekonomi bisa terjadi kapan saja. Perang bisa bergejolak kapan pun. Dan bencana bisa melanda di mana saja. Namun, setidaknya, dengan belajar HI, kamu bisa merawat Indonesia, rumah kita bersama, agar tetap indah, kaya, dan damai. Inilah Internasionalis, mitramu dalam membincangkan dunia.

*) Penulis adalah co-founder Internasionalis, menyelesaikan studi master di bidang Hubungan Internasional dari University of Glasgow, Skotlandia, Britania.

Beritahu Temanmu
InternasionalisGroup

Leave a Reply