Katib Jumat

Jumat adalah hari yang mulia dalam pandangan Islam. Rasanya terlalu sayang saja jika hari ini dihabiskan untuk kegiatan duniawi semata. Tentu, umat Muslim, kaum pria terutama, secara sukarela akan berangkat ke masjid pada siang hari, menghabiskan sekitar satu jam untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat. Banyak pula yang menyempurnakannya dengan membaca Qur’an, banyak berzikir, dan berdoa. Sebab Jumat adalah waktu yang paling ampuh untuk berdialog dengan Tuhan, mengutarakan keluh kesah kita sebagai manusia, yang kecil.

Sudah lama sebetulnya terpikir bagi kami untuk menulis suatu refleksi singkat setiap hari Jumat. Tujuannya, pertama, untuk kian menghidupkan fungsi dari khutbah, yaitu kembali meningkatkan pemahaman spiritual sehingga hati semakin terlatih untuk melunak. Semoga dapat mendapat sepercik saja keridaan Tuhan. Kedua, agar kami secara pribadi tidak lupa. Seringkali wasiat taqwa yang disampaikan khatib terlupa, sengaja atau tidak, pada hari-hari berikutnya. Bahkan tak jarang, kami melupakan konten khutbah sesaat setelah keluar masjid.

Tentunya, tulisan-tulisan dalam rubrik ini bukanlah khutbah Jumat, sebab kami bukan khatib, melainkan seorang yang belajar menjadi katib (penulis). Tetapi kami tetap berusaha untuk membagikan refleksi-refleksi sederhana seputar spiritual di sini dengan harapan dapat bermanfaat bagi orang lain. Untuk pembaca yang ilmunya di atas kami, terhadap kekurangan dalam tulisan ini nantinya, kami mohon untuk dapat dicerahkan. Itulah alasan kami untuk menulis, yang semoga saja, dapat diteruskan pada setiap Jumat. Selamat menikmati artikel-artikel dalam Katib Jumat.

Back to top