Identifying and Critically Discussing the Core Ideas of Mercantilism

Identifying and Critically Discussing the Core Ideas of Mercantilism

Farid Adilov

Globalisation, Poverty & Development, Newcastle University, UK

Mercantilism could be considered as a set of policies and practices which is mainly designed to accumulate gold and silver. Mercantilism expressed the economic interest of state and regarded economic wealth as a rational means to gain political power (Magnusson, 2003:48). Mercantilists argue that a nation must export more that it imported and preferred maximizing trade.

The essay will first attempt to briefly explain what mercantilism is and its key characteristics, then it will move on to the core ideas regarding state, state power, state intervention in the economy, foreign trade, trade competition, accumulation of gold and silver that developed by mercantilists and will critically discuss and provide the arguments where relevant. The last part of the essay will discuss mercantilism and its relevance for today.

Read More

Melihat Masa Depan Industri 4.0

Penulis: Media Wahyudi Askar, Peneliti di Global Development Institute, The University of Manchester

Siapa sangka buku the Wealth of Nations karya Adam Smith yang dipublikasikan pada tahun 1776 mampu mengubah peta ekonomi dunia. Dalam perjalanannya, refleksi Adam Smith saat itu berujung pada lahirnya revolusi industri.

Barulah sekitar dua abad kemudian, para ekonom mulai menyadari bahwa doktrin laissez-faire atau pasar bebas Adam Smith tidaklah sempurna. Para ekonom pada abad ke-20 seperti Rostow dan Kindleberger mengungkapkan bahwa Adam Smith mengabaikan peran teknologi sebagai komponen utama dunia industri. Tidak ada formula interaksi antara sains, inovasi dan pengembangan teknologi modern dalam teori produksi dan harga milik Adam Smith.

Pemikiran tentang peran teknologi akhirnya menjadi kiblat baru perekonomian dunia saat ini. Industri 4.0 dengan pemanfaatan big data, otomasi dan pengembangan artificial intelligence menjadi bahasan aktual yang diperbincangkan masyarakat, tidak hanya di ranah praktis dan akademik tetapi juga politik.

Read More

Mau Sejahtera? Mari Berdayakan Perempuan

Penulis: Denny Yarmawati, alumnus Newcastle University, UK

Jumlah perempuan yang duduk di kursi parlemen Indonesia hanya sekitar 20 persen, yang masih cukup jauh untuk mencukupi kuota yang diberikan bagi perempuan di parlemen yaitu sebanyak 30 persen.

Pada tahun 2018, saya berkesempatan untuk hadir di sebuah seminar tentang keterlibatan perempuan dalam politik. Pematerinya adalah seorang anggota Parlemen Inggris yang mewakili wilayah Newcatle Upon Tyne Central yang terletak di bagian utara Inggris. Banyak pelajaran berharga yang dapat saya ambil dari perempuan luar biasa bernama Chi Onwurah tersebut, baik dari aspirasi politik yang dimilikinya maupun dari personalnya sendiri.

Tentu dari tema materi yang disampaikan dalam seminar tersebut, dapat diterka bahwa beliau adalah seorang feminis, yang sangat mendorong keikutsertaan perempuan dalam dunia politik. Sebagai seorang profesional yang memiliki latar belakang di dunia teknik yang didominasi oleh laki-laki, Onwurah tentunya sangat paham mengenai disparitas antara keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam banyak sektor, tidak terkecuali dalam dunia politik.

Read More

Unicorn Identitas Bangsa Skotlandia

Internasionalis –Seekor unicorn putih berbulu emas berdiri berhadapan dengan singa emas. Masing-masing adalah perlambang dua monarki yang bersatu: unicorn mewakili Kerajaan Skotlandia dan singa merepresentasikan Kerajaan Inggris.

Unicorn disebut sebagai hewan nasional Skotlandia. Setiap tanggal 9 April, tagar #NationalUnicornDay tampak di berbagai media sosial sebagai bentuk selebrasi.

Read More

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) si Penghancur ISIS

Penulis: Falhan Hakiki, Pemerhati Konflik Suriah

Pada 23 Maret 2019, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) secara resmi telah kehilangan 100% wilayah kekuasaan mereka. Mereka kehilangan wilayah terakhir kekuasaan mereka di Baghouz, Suriah Timur setelah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) bersama dengan pasukan koalisi Amerika Serikat (AS) menyerang habis-habisan wilayah tersebut. Kekuasaan mereka telah berakhir, walau masih perlu diwaspadai adanya sel-sel tidur ISIS yang akan bangkit setiap waktunya.

Jika kita lihat, kejatuhan ISIS tak lepas dari sosok kekuatan sentral dalam perlawanannya, yaitu kelompok SDF. Namun, berbicara lebih lanjut mengenai perjuangan SDF melawan ISIS, terlebih dahulu kita soroti kembali bagaimana mulanya ISIS memasuki wilayah Suriah.

Read More